Karena Teriakan Misterius, Gagal ke Puncak Everest

Karena Teriakan Misterius, Gagal ke Puncak Everest - Tindakan heroik dilakukan oleh seorang pendaki Gunung Everest. Dia rela kembali turun untuk menolong seorang perempuan yang tengah sekarat, padahal 500 meter lagi sudah sampai ke puncak.

Leslie Binns. Dialah pendaki itu. Dia nyaris saja menjejakkan kaki di puncak gunung dengan ketinggian 8.850 meter itu. Kala itu, dia segera menggapai mimpi seumur hidupnya, sampai ke puncak Everest.

Karena Teriakan Misterius, Gagal ke Puncak Everest
Karena Teriakan Misterius, Gagal ke Puncak Everest

Matanya bahkan dengan jelas melihat pucuk gunung. Tapi, saat perjalanan menuju puncak kurang 500 meter lagi, veteran perang Inggris ini mendengar teriakan seorang perempuan.

Dia memutuskan untuk kembali turun. Memenuhi tugas mulia. Mencari sumber suara, dan menyelamatkan perempuan tersebut. Dan benar saja, di bawah, dia menemukan perempuan asal India, Sunita Hazra, dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Aku membantu dia bangkit dan melihat regulator oksigennya. Ternyata kosong,” kata Binns, sebagaimana dikutip Dream dari laman India Times.

Saat perjalanan turun, mereka bertemu dengan pendaki lain yang terluka. Para pendaki itu kelelahan, namun karena kelelahan, mereka tak bisa membawa serta pendaki yang terluka tersebut.

Binns mengaku sangat bangga bisa menyelamatkan Sunita. “Aku sangat bangga bisa membantu Sunita. Aku berharap bisa melakukannya lagi.”

Tapi dia punya penyesalan yang amat dalam. Apakah karena tidak bisa mencapai puncak Gunung Everest?

Ternyata bukan. Dia sangat menyesal karena tidak bisa membawa serta pendaki lain yang dia temui dalam kondisi menangis dan terluka.

“Aku sungguh menyesal tidak bisa melakukan apapun untuk pendaki itu. Tapi aku tidak punya apa-apa yang tersisa malam itu dan aku mencoba sebisaku untuk menyelamatkannya tapi dia tidak bisa dipindahkan,” kata Binns.

Selama berkarier di militer, Binns bertugas di sejumlah wilayah, mulai Bosnia, Irak, dan Afghanistan. Dia telah menerima dua medali, termasuk dari Ratu Inggris.

Binns berangkat dari Nepal pada 4 April. Dia dijadwalkan sampai ke puncak Everest pada 22 Mei 2016. Namun, karena keputusan mulia itu, Binns tak bisa sampai ke puncak, seperti impian yang sudah lama dia simpan.

“Tentu aku sedih karena aku tidak bisa mendaki puncak. Tapi aku bahagia karena telah menyelamatkan jiwa. Aku telah menerima pesan dari banyak orang. Ini terasa indah,” kata Binns