Kisah Nyata Seorang Suami Booking PSK Yang Ternyata Istrinya Sendiri

Kisah Nyata Seorang Suami Booking PSK Yang Ternyata Istrinya Sendiri - Inilah kisah nyata yang dikirimkan oleh salah seorang pria yang terbilang menjijikkan. Kisah nyata ini tentunya akan memberikan anda pelajaran hidup dan berhati-hati dalam memilih wanita untuk dijadikan pasangan hidup. Oleh karena itu, mudah-mudahan dengan kisah nyata ini akan membuka mata anda.

Kisah Nyata Seorang Suami Booking PSK Yang Ternyata Istrinya Sendiri
Kisah Nyata Seorang Suami Booking PSK Yang Ternyata Istrinya Sendiri

Sebut saja pria tersebut bernama Bagong dan istrinya Marni. Keduanya telah menikah begitu cukup lama. Pada awal perjalanan keluarganya baik-baik saja, sampai akhirnya perasaan bosan telah menyelimuti rumah tangga yang mereka bina. Adapun pekerjaan Marni ialah seorang guru TK yang senantiasa mengajari anak-anak menyanyi dan menulis.

Keduanya, sama-sama sibuk dalam melakukan pekerjaan masing-masing, akhirnya
Bagong pun merasa bosan ketika berhubungan intim bersama istrinya. Lalu, Bagong pun berinisiatif untuk mencari PSK online. Bagong adalah bukanlah seorang pria yang bertipe nakal yang menyukai jajan wanita diluar. Kejadian yang memalukan tersebut berawal dari Bagong bercerita kepada rekan kerjanya.

BACA JUGA : 


Dari rekan kerjanya itu,
Bagong menceritakan semua kebosanan perihal kehidupannya dalam rumah tangganya sendiri. Bukannya untuk memberikan motivasi kepada Bagong, melainkan temannya tersebut mengajak untuk mencoba mencicipi PSK (pekerja Se*kks komersial). Rekan kerjanya tersebut sudah memang terbiasa dalam membooking cewek panggilan lewat via online sehingga dia pun mengurusi pemesanan PSK online untuk Bagong, dan akhirnya Bagong pun mengiyakan tawaran temannya tersebut.
Kisah nyata Seorang Suami Booking Istri Sendiri

Temannya pun memesankan PSK online tersebut, yang telah berumur sekitar 48 tahun itu.

Setelah itu, semuanya sudah selesai diurusin oleh temannya, kemudian
Bagong pun melakukan pemesanan kamar hotel di hotel yang berada di kawasan pasar kembang yang ada di Surabaya. Pada awalnya, dia merasakan perasaan deg-degan karena hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Bagong, sebelumnya dia tak pernah melakukan selingkuh, apalagi sampai melakukan hubungan intim bersama dengan PSK.

Sesampai
Bagong di hotel, dia pun menunggu PSK online yang dipesan oleh temannya secara online tersebut. Dengan badan yang masih bergetar pada saat PSK sudah tiba di hotel dan mulai mengetuk pintu kamar hotel. Ketika pintu kamar dibuka, akhirnya Bagong kaget bukan main, bahkan hampir pingsan, karena PSK online yang sedang berdiri dihadapan pintu tersebut adalah istrinya. Ya, wanita itu ialah Marni, wanita cantik yang telah berumur 39 tahun.

Tak hanya terkejut,
Bagong pun juga melihat istrinya terlihat berbeda pada saat menjalankan pekerjaannya menjadi PSK online. Pada saat sedang mengajar dan dirumah, Marni tampil selalu berwibawa layaknya seorang guru pada umumnya, akan tetapi kali ini Marni tampil sangat seksi dengan menggunakan hot pants.

Sebleumnya,
Bagong tak pernah menyaksikan sang istri menggunakan pakaian yang seksi seperti itu. Akhirnya semuanya telah bercampur aduk, keduanya sama-sama menyalahkan satu sama lain. Dan pertengkaran pun terjadi di hotel pada saat itu.

“Saya sempat cekcok dengan istri saya di kamar. Saya memukul dia” menurut cerita
Bagong kepada Radar Surabaya.

Di tengah-tengah percekcokan tersebut, akhirnya
Bagong memukuli istrinya yang telah bekerja sampingan menjadi PSK online karena sakit hati diperlakukan tidak jujur oleh istrinya. Hingga akhirnya, Marni berterus terang dengan mengeluarkan nada yang kasar dan mengatakan bahwa dia malas dan bosan melakukan hubungan badan bersama Bagong

“Dia mengakui bosan bersama saya. Katanya, bahwa dengan menjadi PSK itu keuntungannya ganda, karena selain bisa memperoleh kepuasan juga bisa mendapatkan uang.

Demikianlah artikel mengenai kisah nyata seorang Suami booking istrinya sendiri. Mudah-mudahan dengan kisah nyata ini bisa memberikan kita inspirasi agar senantiasa berhati-hati. Dan begitupun dengan para wanita, sebaiknya mesti mempelajari arti hidup yang sebenarnya. Jangan sampai salah mengerti kenikmatan hidup. Sekian dan terimakasih