Masyarakat Barru Terancam Malaria Akibat Kerusakan Mangrove Panikiang

Masyarakat Barru Terancam Malaria Akibat Kerusakan Mangrove Panikiang – Halo sobat pengunjung setia Artikel Tutorial semuanya. Selamat datang saya ucapkan diblog kebanggaan saya yang sederhana ini yaitu www.artikelltutorial.blogspotcom. Blog ini akan selalu update setiap harinya yang memberikan anda Informasi dan Artikel menarik, bukan hanya itu blog ini juga berisi berbagai Tips dan Tutorial. Silakan simpan alamat blog www.artikelltutorial.blogspot.com atau Anda bisa bookmark (masukan ke penanda) agar bisa mengunjungi lain waktu ke blog ini dengan mudah."Prolog dari Artikel Tutorial sekaligus salam kenal kepada pengunjung setia www.artikelltutorial.blogspot.com semuanya"

Masyarakat Barru Terancam Malaria Akibat Kerusakan Mangrove Panikiang
Ratna Fadilah
Yayasan Hutan Biru (Blue Forest) mengingatkan pentingnya menjaga hutan bakau (mangrove), karena kawasan tersebut merupakan tempat bersarangnya nyamuk Anopheles penyebab malaria.

Hal ini diungkapkan Ratna Fadilah (36) divisi mata pencarian alternatif di Pulai Panikiang Kabupaten Barru saat ditemui MAKASSARTERKINI.com, Sabtu 23 Juli 2016.

” Kami masih kaji jenis nyamuknya intinya hutan bakau jangan dirusak karena itu sarangnya nyamuk pembawa malaria, kalau lingkungan mangrove dirusak maka nyamuknya akan lari ke rumah penduduk,” kata Ratna.

Masyarakat Barru Terancam Malaria Akibat Kerusakan Mangrove Panikiang
Masyarakat Barru Terancam Malaria Akibat Kerusakan Mangrove Panikiang
Rusaknya hutan bakau belakangan ini, lanjut Ratna disebabkan oleh tata ruang wilayah yang tak mengindahkan kondisi lingkungan hidup. Jentik nyamuk juga banyak ditemukan di wilayah lubang bekas bahan galian.

BACA JUGA :
Ratna juga mengaharapkan, prmerintah setempat agar lebih berkomitmen menjaga Hutan Mangerove agar tidak rusak jangan tiba masa – tiba akal ” Jangan sampai hutan tersebut rusak baru kemudian kita mau memperhatikannya,” Ungkapnya.

Ratna juga menambahkan agar pentingnya menanamkan pemahaman sekarang kepada anak usia dini untuk lebih memeperhatikan lingkungan sekitar. ” Harus adanya kurikulum yang mengajarkan kepada anak mulai dari bangku SD sampai SMA untuk lebih memeperhatikan lingkungan, agar generasi sekarang lebih memperhatikan pentingnya Hutan dan menjaga alam kita,” Tukasnya.